Bab 3

KONSUMSI DAN INVESTASI

A. Konsumsi dan Tabungan
1. Pengertian Konsumsi (Consumption) dan Tabungan (Saving)
Jika kalian menyempatkan diri untuk makan pagi dengan menghabiskan
sepiring nasi sebelum berangkat ke Sekolah berarti kalian telah melakukan
kegiatan konsumsi. Demikian juga ketika berangkat ke sekolah kalian memakai
baju, sepatu serta tas, berarti kalian sedang melakukan kegiatan konsumsi.
Makan sepiring nasi berarti kalian melakukan kegiatan mengkonsumsi barang
yang habis dalam sekali pakai. Memakai baju, sepatu atau tas juga melakukan
kegiatan mengkonsumsi barang yang tidak habis dalam sekali pakai atau bisa
dipakai berualang-ulang.
Contoh-contoh aktivitas konsumsi di atas maka kalian dapat menyimpulkan
pengertian konsumsi adalah sebuah aktivitas guna menghabiskan atau
mengurangi nilai guna suatu barang. Contoh kegiatan mengkonsumsi sepiring
nasi (habis pakai), maka pengertian konsumsi adalah sebuah aktivitas guna
“menghabiskan” nilai guna suatu barang. Contoh memakai baju, sepatu atau
tas berarti kalian melakukan kegiatan mengkonsumsi barang yang tidak habis
dalam sekali pakai, maka pengertian konsumsi yang lebih tepat adalah sebuah
aktivitas guna “mengurangi” nilai guna suatu barang.
Kenyataan sehari-hari di masyarakat, didapat suatu pola bahwa pada
masyarakat yang tingkat pendapatannya masih rendah maka tingkat
konsumsinya-pun terbatas. Pada masyarakat yang tingkat pendapatannya
semakin tinggi maka konsumsinya-pun meningkat. Oleh karena itu, jika
konsumsi dikaitkan dengan tingkat pendapatan, di dapat pola hubungan semakin
tinggi tingkat pendapatan seseorang maka akan semakin tinggi tingkat konsumsi
seseorang. Dari hubungan ini dapat disimpulkan bahwa konsumsi merupakan
fungsi dari pendapatan siap pakai (disposable income). Sedangkan pendapatan
siap pakai adalah pendapatan setelah dikurangi pajak penghasilan.
Pola konsumsi masyarakat pada umumny tidak akan menghabiskan semua
pendapatannya untuk dikonsumsi. Biasanya akan ada sebagian pendapatan yang
disisihkan untuk ditabung. Oleh karena itu tabungan dapat diartikan sebagai
sisa pendapatan setelah dikurangi untuk konsumsi.

2. Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan
Hubungan antara tingkat konsumsi dan pendapatan diformulasikan dalam
fungsi konsumsi, sementara hubungan antara tingkat tabungan dengan tingkat
pendapatan dirumuskan dalam fungsi tabungan. Jadi fungsi konsumsi
menunjukkan hubungan antara tingkat konsumsi dengan tingkat pendapatan.
Sedangkan fungsi tabungan menunjukkan hubungan antara tabungan dengan
tingkat pendapatan. Bila pendapatan meningkat, konsumsi dan tabunganpun
ikut meningkat dengan proporsi yang lebih kecil dari kenaikan pendapatan.
Pendapatan merupakan penjumlahan antara konsumsi dan tabungan.
Tabel berikut ini untuk menunjukkan gambaran atau ilustrasi hubungan
tingkat pendapatan suatu masyarakat dengan tingkat konsumsi dan tingkat
tabungan yang ada di masyarakat tersebut.

Adapun
bentuk umum dari fungsi konsumsi sebagai berikut:
C = a + bY


Di mana:
a =Besarnya konsumsi pada saat pendapatan nasional sebesar nol atau dikenal
dengan sebutan konsumsi otonom
b = MPC yaitu angka yang menunjukkan besarnya marginal propensity to
consume adalah angka perbandingan antara besarnya perubahan konsumsi
dengan besarnya perubahan pendapatan nasional.
C = Tingkat Konsumsi Masyarakat
Y = Pendapatan Masyarakat
Titik (Kondisi) Pendapatan


B. Investasi
1. Pengertian Investasi
Pengertian investasi diartikan sebagai pengeluaran yang ditujukan untuk
menambah atau mempertahankan persediaan modal atau persediaan kapital
(capital stock). Perlu kita sadari bahwa pengertian investasi dalam ekonomi
berbeda dengan istilah investasi yang dipergunakan sehari-hari. Contoh
pembelian barang maupun jasa seperti gedung, mesin, peralatan dan pendidikan
dapat digolongkan sebagai investasi, tetapi pembelian surat berharga seperti
obligasi, dan saham bukan merupakan investasi dalam pengertian ekonomi,
alasannya karena pembelian obligasi dan saham hanya merupakan pertukaran
kertas berharga dan tidak ada kapasitas produksi baru yang diciptakan. Dalam
pertukaran kertas berharga tersebut tidak ada investasi real dalam perekonomian.
Tetapi jika seseorang memiliki saham kemudian dijual dan uangnya
dipergunakan untuk membeli mesin-mesin, gedung dan peralatan lain, maka
pengeluaran ini dapat diartikan sebagai investasi dalam arti ekonomi

Secara garis besar investasi dapat digolongkan menjadi 5 (lima) macam
yaitu:
a. Investasi tetap, investasi perusahaan yang terdiri dari: pengeluaran
perusahaan untuk mesin-mesin, perlengkapan, bangunan yang semuanya
bersifat tahan lama.
b. Investasi untuk perumahan khususnya rumah tempat tinggal.
c. Investasi yang berupa penambahan persediaan atau inventory.
d. Investasi Bruto atau Investasi Kotor yaitu semua tambahan barang-barang
modal (stock capital) selama periode tertentu, baik tambahan yang benarbenar
baru ataupun tambahan barang-barang modal yang sifatnya untuk
penggantian barang-barang modal yang sudah ada (replecement).
e. Investasi Netto atau Investasi Bersih yaitu semua tambahan barang-barang
modal (stock capital) selama periode tertentu yang benar-benar baru. Dalam
investasi bersih ini tidak diperhitungkan tambahan barang-barang modal
yang sifatnya untuk penggantian barang-barang modal yang sudah ada
(replecement). Investasi Netto bisa dicari dari Investasi Bruto dikurangi
dengan penggantian (replacement) atau untuk penyusutan (depresiasi).


1. Pengertian konsumsi adalah sebuah aktivitas guna menghabiskan atau mengurangi
nilai guna suatu barang.
2. Bentuk umum dari fungsi konsumsi sebagai berikut:
C = a + b . Y
Di mana a = konsumsi otonom
b = MPC
3. Bentuk umum dari fungsi tabungan sebagai berikut
S = - a + (1 - b) . Y atau
S = - a + MPS . Y
4. Pengertian investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran yang ditujukan untuk
menambah atau mempertahankan persediaan modal atau persediaan kapital (capital
stock). Penggolongan Investasi: Investasi Bruto dan Investasi Netto.
5. Dalam konsep nilai waktu dari uang kita mengenal 2 (dua) macam, yaitu:
a. Konsep Nilai Sekarang (Present Value) digunakan untuk menghitung nilai
sekarang untuk return–return yang akan diterima di waktu yang akan datang.
Rumus Umum:
PV = FV ( 1 + r ) –n atau PV = FV/ (1 - r) n
b. Konsep Nilai Mendatang (Future Value) digunakan untuk menghitung nilai
yang akan datang dari sejumlah uang yang dimiliki saat ini.
Rumus Umum :
FV = PV ( 1 + r ) n
6. Kurva MEC merupakan kurva yang menunjukkan hubungan negatif antara Investasi
(I) dan tingkat bunga (rate of interest = ri). Konsep Marginal Efficiency of Capital
(MEC) sebenarnya sama dengan pengertian Internal Rate of Return (IRR). IRR
sendiri dapat diartikan sebagai suatu tingkat bunga yang menyebabkan nilai
sekarang dari arus kas masuk bersih proyek (Proceed atau dikenal Present Value
Cash Inflow) akan sama dengan nilai sekarang dari arus kas keluar (Outlay atau
Present Value Cash Outflow).
7. Pendapatan nasional ekulibrium ialah tingkat pendapatan nasional di mana tidak
ada kekuatan ekonomi yang mempunyai tendensi untuk mengubahnya. Keadaan
ekulibrium apabila dipenuhi syarat, tabungan akan sama dengan investasi atau
ketika S = I.
8. Angka pengganda atau multiplier adalah bilangan dengan mana investasi harus
kita kalikan, apabilka kita ingin mengetahui besarnya perubahan pendapatan
nasional ekuilibrium yang baru, yang diakibatakan oleh adanya perubahan investasi.


Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat !
1. Deskripsikan pengertian MPS, MPC, MEC, APC, APS!
2. Jika Y = 100, C = 80. Jika Y =200, C = 150.
Tentukan persamaan atau fungsi konsumsi dan fungsi tabungannya!
3. Jika diketahui fungsi C = 100 + 0,80 Y. Tentukan berapa pendapatan pada saat
break even point! Gambarkan kurvanya!
4. Mengapa status sosial memengaruhi konsumsi seseorang?
5. Jika tingkat bunga naik, apakah konsumsi turun? Berilah alasan!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar